Archive for JFN Vol 1 No 1 Mei 2007

Penurunan Konsentrasi Co dan No2 pada Emisi Gas Buang Dengan Menggunakan Media Penyisipan Tio2 Lokal Pada Karbon Aktif

Penulis : Kris Tri Basuki

Penggunaan karbon aktif sebagai media adsorpsi gas CO dan NO2 pada emisi gas buang kendaraan bermotor. Dari hasil penelitian diketahui bahwa media karbon aktif yang dipasang sepanjang 5 cm, 10 cm dan 15 cm pada tabung adsorpsi memberikan hasil penurunan konsentrasi gas CO sebesar 76,316 %, 80,866 % dan 82,785 %. Pada konsentrasi TiO2 15 %, 10 % dan 15 % yang ditambahkan pada media karbon aktif dengan panjang media 15 cm memberikan penurunan konsentrasi CO sebesar 83,88 %, 87,5 % dan 92,76 %. Untuk gas NO2, karbon aktif yang dipasang sepanjang 5 cm, 10 cm dan 15 cm pada tabung adsorpsi memberikan hasil penurunan konsentrasi gas NO2 sebesar 78,897 %, 88,934 % dan 90,051 %. Pada konsentrasi TiO2 5 %, 10 % dan 15 % yang ditambahkan pada media karbon aktif dengan panjang 15 cm memberikan penurunan konsentrasi NO2 sebesar 92,720%, 93,081% dan 94,338 %. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa media karbon aktif yang dipasang pada panjang media 15 cm memiliki efisiensi penurunan konsentrasi CO dan NO2 yang lebih besar dibanding media karbon aktif yang dipasang pada panjang media 5 cm dan 10 cm. Media karbon aktif yang disisipi TiO2 berpengaruh terhadap adsorpsi gas CO dan NO2, dan lebih optimal dalam menurunkan konsentrasi gas CO dan NO2, dibandingkan media karbon aktif tanpa penyisipan TiO2.Media karbon aktif dengan konsentrasi TiO2 15 % yang dipasang sepanjang 15 cm pada tabung adsorpsi memiliki waktu jenuh selama 42,88 jam dengan biaya pembuatan media sebesar Rp 1358,437.

Download makalah lengkap 07_kris-cor

Studi Pendahuluan Mengenai Degradasi Zat Warna Azo (Metil Orange) dalam Pelarut Air Menggunakan Mesin Berkas Elektron 350 kev/10 mA

Penulis : Maria Christina P, Mu’nisatun S, Rany Saptaaji, Djoko Marjanto

Telah dilakukan penelitian mengenai degradasi zat warna azo jenis metil orange menggunakan mesin berkas elektron 350 keV/10mA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi berkas elektron, yaitu pengaruh dosis radiasi, pH, dan konsentrasi awal cuplikan. Selain itu dilakukan analisis kualitatif terhadap senyawa hasil degradasi. Proses iradiasi ini menggunakan dosis radiasi 5, 10, 20, 30 dan 40 kGy dengan energi operasi 300 keV dan kecepatan konveyor 2.7 cm/detik. Terhadap cuplikan ini diamati variasi pH dan variasi konsentrasi awal. pH metil orange diatur menjadi 2, 7, dan 12 dengan penambahan H2SO4 6N atau NaOH 6N. Konsentrasi awal divariasi menjadi 10, 50, dan 100 ppm. Efisiensi degradasi dihitung dengan mengukur pengurangan intensitas warna cuplikan setelah iradiasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Untuk analisis kualitatif senyawa hasil degradasi digunakan alat High Performance Liquid Chromatography, HPLC Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa semakin besar dosis radiasi semakin besar pula efisiensi degradasi. Pada variasi pH, efisiensi degradasi tertinggi diperoleh pada pH 2 dengan efisiensi 37.74 %. Pada variasi konsentrasi awal, diperoleh efisiensi tertinggi pada konsentrasi awal 10 ppm dengan efisiensi 21.54%. Lama waktu iradiasi adalah kira-kira 2-5 detik.

download file lengkap 06_maria-metil

Penurunan Kandungan Residu Insektisida Dimetoat dalam Cabai Merah (Capsicum annum L.) Akibat Iradiasi Gamma

Penulis : Sofnie M Chairul, Achmad Nasroh Kuswadi

Produk sayuran, seperti cabai merah, dipersyaratkan untuk mendapat perlakuan karantina sebelum diekspor, misalnya dengan cara iradiasi gamma yang ditujukan untuk membunuh hama dan penyakit tanaman yang mungkin dikandungnya. Selain mengandung hama dan penyakit, cabai yang dipanen sering pula mengandung residu insektisida, sehingga perlu diamati pengaruh iradiasi gamma terhadap residu insektisida yang dikandungnya. Cabai merah keriting (Capsicum annum L) direndam dengan insektisida dimetoat pada konsentrasi 100; 200; dan 300 ppm. Kandungan residu insektisida kemudian dianalisis menggunakan kromatografi gas pada cabai merah sebelum penyimpanan, setelah penyimpanan selama 7 hari, serta setelah perlakuan iradiasi sinar gamma pada dosi 0,5; 1,0; dan 1,5 kGy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan residu insektisida dimetoat pada cabai merah keriting dengan perlakuan penyimpanan pada suhu 5 oC selama 1 minggu menunjukkan penurunan sebesar antara 3,94 % – 24,13 %. Jika diiradiasi dengan sinar–? pada dosis 0,5 kGy terjadi penurunan sebesar antara 6,61 % -28,18%, dan jika diiradiasi pada dosis 1,0 kGy maka penurunan menjadi antara 10,20 % – 43,26 %, dan pada dosis 1,5 kGy penurunan menjadi antara 18,57 % – 54,00 %.

Download file lengkap 05-acmad-n

ATW (Accelerator Driven Transmutation Waste) Sebagai Teknologi Alternatif Penutupan Daur Bahan Bakar Nuklir

Peniliti : Djati H. Salimy

Telah dilakukan pengkajian ATW (accelerator-driven transmutation waste) sebagai alternatif penutupan daur bahan bakar nuklir. ATW adalah perangkat reaktor nuklir subkritis dengan sumber neutron berasal dari akselerator berdaya tinggi, yang dimanfaatkan untuk memfasilitasi proses transmutasi bahan bakar bekas. Proses transmutasi dilakukan terhadap unsur-unsur aktinida minor dan produk fisi umur panjang. Produk dari proses transmutasi adalah unsur-unsur produk fisi yang lebih stabil dengan umur paruh yang pendek, dan listrik. Konsep ATW mempengaruhi sistem daur bahan bakar nuklir yang diadopsi selama ini. Untuk sistem daur terbuka, konsep ATW bisa menjadi alternatif untuk melakukan penutupan daur, yaitu olah ulang bahan bakar bekas untuk diumpankan pada sistem reaktor subkritis. Pada sistem daur tertutup, aplikasi ATW menawarkan sistem daur dobel strata, yaitu suatu sistem daur yang melibatkan daur tertutup konvensional pada strata pertama, dan daur tertutup berbasis teknologi ATW pada strata kedua.

download makalah lengkap 04-jati-atw

Strategi Pengembangan Riset dalam Bidang IPTEK Nuklir dalam Rangka Penyiapan SDM yang Berkualifikasi Tinggi

Penulis : Zaki Su’ud

Iptek Nuklir memiliki aplikasi yang luas baik dalam bidang energi, kedokteran/kesehatan, industri, pertanian, keamanan, militer dsb. Secara umum Iptek nuklir merupakan Iptek berkadar tinggi dan memerlukan prasarat tertentu dan regulasi tertentu untuk mengimplementasikannya dengan baik. Reaktor Nuklir untuk pembangkitan energi listrik (PLTN), desalinasi air laut, persuplai panas bagi proses kimia dan revitalisasi sumur-sumur minyak habis pakai telah mengalami evolusi dari waktu ke waktu. Pasca kecelakaan Chernobyl maka terjadi pergeseran paradigma secara mendasar pada disain dan keselamatan reaktor daya Nuklir dan saat ini perkembangan terbaru dalam disain reaktor daya Nuklir dikenal sebagai generasi IV PLTN. Pelibatan mahasiswa dalam kegiatan riset merupakan salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menciptakan SDM handal dan berkualitas dalam bidang Nuklir khususnya yang menuntut kemampuan analisis yang cukup tinggi baik dalam bidang perancangan netronik, perancangan termal hidrolik dan analisis keselamatan reaktor. Berdasarkan pengalaman yang telah cukup lama (10 tahun lebih) mahasiswa S1 – S2 maupun S3 dapat mengikuti kegiatan riset dalam bidang reaktor Nuklir asalkan sebelumnya ditunjang dengan perkuliahan dan praktikum yang memadai sehingga mereka memiliki kesiapan yang baik.

Download file lengkap di 03_zaki