Archive for JFN Vol 1 No 2 November 2007

Simulasi Sistem Interlock Pengaman Operasi Mesin Berkas Elektron (Mbe) dengan Perangkat Lunak Bascom 8051

Penulis : Sukarman, Muhtadan

Telah dibuat simulasi sistem pengaman operasi Mesin Berkas Elektron (MBE) berbasis mikrokontroler. Sistem interlock disimulasikan menggunakan perangkat lunak BASCOM 8051. Sebagai masukan ke mikrokontroler diatur dengan memberikan level sinyal (1 / 0 ) ke port yang terhubung dengan parameter masukan MBE pada editor BASCOM8051. Sebagai keluaran dari Sistem Interlock disimulasikan menggunakan Led Indikator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem interlock telah berfungsi sesuai dengan prinsip-prinsip interlock.

Download makalah lengkap

Kemungkinan Penggunaan Grafit Batu Baterai Sebagai Alternatif Elektroda Spektrografi Emisi

Penulis : Arif Artadi, Sudaryo*), Aryadi
Telah dilakukan analisis boron (B) dan kadmium (Cd) di dalam U3O8 dengan menggunakan elektroda grafit baterai bekas pada spektrografi emisi. Analisis dilakukan dengan metode DC-Arc, arus 10 Ampere, tegangan 220 Volt, waktu exposure 25 detik, jarak elektroda 2 mm. Cuplikan diekstraksi menggunakan TBP-Kerosin dengan perbandingan 70 : 30 sebanyak 200 ml. Fasa air hasil ekstraksi diteteskan pada elektroda dan dieksitasi. Intensitasnya dibandingkan dengan standarnya, maka diperoleh konsentrasi boron dan kadmium terukur dengan elektroda grafit spex industries masing-masing 0,07 ppm dan 0,15 ppm, yang terukur dengan elektroda grafit baterai bekas adalah 0,21 ppm dan 0,14 ppm. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa elektroda grafit batu baterai tidak dapat digunakan sebagai alternatif elektroda pengganti pada spektrografi emisi.

Download makalah lengkap

Peranan Iptek Nuklir dalam Eksplorasi Hidrokarbon

Eko Budi Lelono, Isnawati
Perkembangan iptek nuklir berpengaruh terhadap teknik eksplorasi hidrokarbon, antara lain terbukti dengan adanya penggunaan isotop radioaktif untuk menentukan umur absolute batuan. Penentuan umur batuan yang pada awalnya menggunakan fosil penunjuk umur (baik mikro maupun makro-fosil) yang menghasilkan umur relatif batuan, belakangan ini diperkaya dengan metode perhitungan peluruhan mineral radioaktif untuk menentukan umur absolute batuan, sehingga posisi stratigrafi suatu lapisan batuan (batuan induk dan reservoir) dapat ditentukan dengan pasti. Sementara itu, aplikasi teknologi nuklir juga dipergunakan dalam survey sumur pemboran eksplorasi yang antara lain dikenal dengan Nuclear Magnetic Resonance (NMR) yang membantu ahli geologi dalam mengukur porositas dan permiabilitas secara langsung di lapangan, sehingga dapat memprediksi keberadaan hidrokarbon. Dari sisi sedimentologi, iptek nuklir juga diaplikasikan dalam laboratorium X Ray Diffraction (XRD Laboratory) untuk menentukan jenis mineral penyusun batuan dan laboratorium Scanning Electron Microscope (SEM Laboratory) untuk mengetahui porositas batuan. Kedua hal tersebut membantu ahli eksplorasi dalam menyusun manajemen reservoir.

Download makalah lengkap

Pengaruh Matriks Terhadap Sistem Pencacahan Sampel Menggunakan Spektrometer Gamma

Penulis : Wahyudi, Dadong Iskandar, Djoko Marjanto

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh matriks terhadap pencacahan sampel menggunakan spektrometer gamma. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh matriks terhadap sistem pencacahan, Bahan yang digunakan adalah sumber standar Solution 2908 yang merupakan sampel hasil interkomparasi dengan IAEA terdiri dari 54Mn, 60Co, 65Zn, 109Cd, 133Ba, 134Cs, 137Cs, 210Pb, dan 241Am dan larutan standar yang terdiri dari 133Ba, 152Eu, dan 241Am. Sumber standar tersebut mempunyai rentang energi dari 59 keV sampai 1408 keV. Matriks yang digunakan berupa rumput, abu rumput, sludge, air, tanah, pasir, pasir silika, dan pasir vulkanik dengan rentang densitas dari 0,226 g/cm3 sampai 1,760 g/cm3. Matriks yang telah diberi larutan radioaktif ini kemudian dimasukkan dalam vial ID 57 mm H 50 mm. Hasil pengujian dengan t-test menunjukkan bahwa seluruh radionuklida terdistribusi merata dalam setiap matriks. Data awal menunjukkan bahwa densitas matriks berpengaruh secara signifikan pada sistem pencacahan spektrometer gamma, terutama pada energi rendah. Semakin besar densitas maka efisiensi pencacahan akan menurun. Validasi hasil penelitian ini, memberikan nilai penyimpangan < 5%, yang dianggap baik berdasarkan ketentuan batasan dari IAEA, yaitu < 8%.

Download makalah lengkap

Pemisahan dan Karakterisasi Spesi Senyawa Kompleks Ytrium-90 dan Stronsium-90 dengan Elektroforesis Kertas

Penulis : Sulaiman, Adang Hardi G, Noor Anis Kundari

Telah dilakukan penelitian untuk memperoleh karakterisasi spesi senyawa kompleks 90Y dan 90Sr dengan metode elektroforesis kertas. Penelitian ini dilakukan dengan membuat variasi penyangga, konsentrasi HCl, tegangan operasi elektroforesis, waktu elektroforesis dan media migrasi elektroforesis. Dari beberapa kali percobaan diperoleh kesimpulan bahwa larutan penyangga yang sesuai adalah penyangga tartrat dan penyangga sitrat. Kedua penyangga ini dapat membentuk senyawa kompleks dengan 90Y yang ditandai terjadinya migrasi ke anoda. Sebaliknya, pada 90Sr tidak terbentuk senyawa kompleks dan terjadi migrasi ke katoda. Konsentrasi optimum, diperoleh pada HCl 2 M dengan penyangga tartrat dan pada konsentrasi HCl 8 M dengan penyangga sitrat. Selain sebagai pelarut kedua logam, HCl juga merupakan ligan pengompleks. Tegangan operasi elektroforesis yang optimum diperoleh pada 200 Volt untuk kedua larutan penyangga, waktu operasi elektroforesis optimum selama 2,5 jam dengan penyangga tartrat dan 2 jam dengan penyangga sitrat. Sebagai alternatif, media migrasi bisa diganti pelat silika gel untuk kedua larutan penyangga.

Download makalah lengkap