Archive for JFN Vol 2 No 1 Mei 2008

Validasi Metode Aani dalam Hubungannya dengan Fasilitas Iradiasi Sistem Rabbit RSG-GAS

Penulis :Elisabeth Ratnawati dan Th. Rina M

Telah dilakukan validasi metode AANI dengan menggunakan beberapa bahan acuan standar bersertifikat. Validasi metode  ini mengacu pada ketentuan yang dikehendaki dalam SNI 19-17025-2005: 5.4.5.1. Berdasarkan hasil validasi metode yang dilakukan melalui pengujian akurasi dan presisi metode, akan dicoba dilihat kaitannya dengan fasilitas iradiasi yang digunakan untuk mengaktifkan sampel. Aktivasi dilakukan pada  rabbit system (RS1, RS2, RS3, dan RS4). Hasil validasi menunjukkan bahwa aktivasi sampel yang dilakukan pada fasilitas RS1, RS2, RS3 cukup baik, sedangkan RS4 memberikan hasil pengujian dengan tingkat presisi dan akurasi yang tidak memenuhi syarat (ditolak). Perbedaan hasil yang cukup signifikan ini tidak dipengaruhi oleh posisi fasilitas iradiasi di reaktor, karena dari hasil pengukuran menunjukan bahwa fluks neutron pada ke-empat posisi tersebut memiliki kisaran yang hampir sama yaitu 10 13 n cm-2 s-1.
Kata kunci : validasi, AANI, Fasilitas iradiasi, sistem rabbit

download makalah

Penentuan Kedalaman Penetrasi Berkas Elektron 800 Kev dalam Gas Buang Pltu pada Sistem Pengolahan Gas Buang Menggunakan Mesin Berkas Elektron

Penulis Rany Saptaaji

Dalam tulisan ini disajikan hasil perhitungan kedalaman penetrasi berkas elektron 800 keV dalam bahan gas buang (flue gas) dari PLTU berbahan bakar batu bara. Proses Electron Beam for Flue Gas Treatment (EB-FGT) adalah proses pengolahan kering gas buang menggunakan berkas elektron yang secara simultan dapat mereduksi SO2 dan NOx. Iradiasi gas buang menghasilkan radikal-radikal aktif dan bereaksi dengan SO2 dan NOx membentuk asam sulfat dan asam nitrat. Dalam proses pengolahan ini dibutuhkan bejana proses yang berfungsi sebagai tempat/wadah terjadinya reaksi antara gas buang dengan berkas elektron. Untuk menentukan dimensi bejana proses perlu ditentukan/dihitung kedalaman penetrasi berkas elektron pada gas tersebut. Secara perhitungan diperoleh kedalaman penetrasi optimum berkas elektron 800 keV kedalam gas buang adalah 188,67 cm.
Kata kunci: gas buang, berkas elektron 800 keV, penetrasi, bejana proses.

download makalah

Mathematical Modeling for The Extraction of Uranium and Molybdenum With Emulsion Liquid Membrane, Including Industrial Application and Cost Evaluation of The Uranium Recovery

Penulis: Kris Tri Basuki

Emulsion liquid membrane systems are double emulsion drops. Two immiscible phases are separated by a third phase which is immiscible with the other two phases. The liquid membrane systems were classified into two types: (1) carrier mediated mass transfer, (2) mass transfer without any reaction involved. Uranium extraction, molybdenum extraction and solvent extraction were used as purposed elements for each type of the membrane systems in the derivation of their mathematical models. Mass transfer in emulsion liquid membrane (ELM) systems has been modeled by several differential and algebraic equations. The models take into account the following : mass transfer of the solute from the bulk external phase to the external phase-membrane interface; an equilibrium reaction between the solute and the carrier to form the solute-carrier complex at the interface; mass transfer by diffusion of the solute-carrier complex in the membrane phase to the membrane-internal phase interface; another equilibrium reaction of the solute-carrier complex to release the solute at the membrane-internal phase interface into the internal phase. Models with or without the consideration of film resistances were developed and compared. The models developed in this study can predict the extraction rate through emulsion liquid membranes theoretically. All parameters required in the models can be determined before an experimental extraction run. Experimental data from  literature (uranium extraction) and (molybdenum extraction and solvent extraction) were used to test the models. The agreements between the theoretical predictions and the experimental data were very good. The advantages of emulsion liquid membrane systems over traditional methods were discussed. The models developed in this research can be used directly for the design of emulsion liquid membrane systems. The results of this study represent a very significant step toward the practical applications of the emulsion liquid membrane technology.
Keywords    :    emulsion liquid membrane, uranium, molybdenum, mathematical modeling, D2EHPA, mass transfer, span 80, batch process, recovery, cost

download makalah

Small And Medium Sized Liquid Metal Cooled Safety Analysis Using Multi Level Complexity Model

Penulis : Zaki Suud

Inherent safety characteristics of liquid metal cooled fast reactors is very important capital for next generation nuclear power plants. However inherent safety assessment need appropriate computer code or experiment. Here, a computer code for liquid metal cooled fast reactor accident analysis with various level of complexity has been developed. At the simplest approach, quasi-static method is adopted to get asymptotic condition during UTOP, ULOF, and UTOP-ULOF accident. Here we can get asymptotic power level, asymptotic average coolant temperature, and asymptotic fuel temperature for a certain external reactivity and natural circulation level. In the next grade, the code will simulate transient effect using point kinetic method and quasistatic approach for thermal hidraulic analysis. Here we can get time depedent power change, coolant temperature change and fuel temperature change. Finally in the rigorous analysis, coupled space dependent kinetic and transient thermal hydraulic are coupled and solved to get time depedent information of various process involved in the accident.
Keywords : Accident, ULOF, UTOP, reactivity, feedback, quasistatic, space-depedent kinetic.

download makalah

Tinjauan Kinetika Proses Eksitasi Pada Penentuan Unsur dengan Spektrografi Emisi

Penulis: Noor Anis Kundari

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persamaan kecepatan reaksi yang terjadi pada proses eksitasi dalam analisis boron dan kadmium dengan spektrografi emisi. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh suatu tambahan informasi ilmiah yang terjadi pada proses eksitasi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki teknik analisis menggunakan spekrografi emisi. Data yang dievaluasi adalah analisis boron dan kadmium dalam U3O8 dengan pengemban sulingan campuran Ga2O3, LiF, dan AgCl. Sebelum dikumpulkan data untuk keperluan penentuan persamaan kecepatan reaksi, dilakukan optimasi konsentrasi pengemban sulingan. Konsentrasi pengemban sulingan terbaik digunakan untuk proses analisis. Dari hubungan intensitas dengan konsentrasi pengemban didapatkan konsentrasi pengemban yang paling baik adalah 5%. Hubungan kadar boron dan kadmium yang didapatkan saat eksitasi yang divariasi waktu digunakan untuk menghitung konsentrasi sehingga diperoleh hubungan konsentrasi dengan waktu. Dengan metode diferensial diperoleh diperoleh bahwa reaksi itu mengikuti orde satu. Selanjutnya data diolah  dengan menggunakan metode integral, sehingga didapat untuk persamaaan kecepatan reaksi boron yaitu  -rB=-(dCB/dt)=0,066CA 1 mg/g.s dan untuk kadmium yaitu -rCd=-(dCCd/dt)=0,068CA 1 mg/g.s:
.
Kata kunci: spektrografi emisi, persamaan kecepatan reaksi, eksitasi

download makalah

Penerapan Efek Interaksi Radiasi dengan Sistem Biologi Sebagai Dosimeter Biologi

Penulis : Yanti Lusiyanti dan  Mukh Syaifudin

Interaksi radiasi pengion dengan sistem biologi dapat menyebabkan berbagai macam efek biologik yang akan dimanifestasikan baik pada tingkat seluler, sitogenetik maupun tingkat molekuler. Berbagai macam metode biologik yang dimaksudkan untuk memperkirakan dosis radiasi telah dikembangkan oleh banyak peneliti menggunakan efek tersebut terutama dalam hal terjadinya peristiwa kecelakaan radiasi. Hal ini dipertegas lagi dengan kenyataan bahwa dosimetri fisik tidak dapat diandalkan secara sendirian. Dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, ulasan ulang ini memberikan gambaran yang meluas akan pentingnya uji atau biomarker dalam dosimetri biologi seperti kromosom disentrik, mikronuklei, fragmen kromosom, biokimia darah dan spermatogenesis. Adapun sampel biologik yang dapat dipergunakan untuk pengkajian dosis radiasi yang diterima oleh pekerja maupun korban kecelakaan antara lain darah, sperma, rambut, dan urin.

Download makalah