Archive for JFN Vol 3 No 2 November 2009

Rekayasa Sistem Monitoring dan Analisis Temperatur Motor Listrik Berbasis Komputer

penulis: TUGINO

Kerusakan motor listrik dapat dideteksi secara dini dari temperaturnya. Temperatur motor listrik yang abnormal yang terjadi disebabkan karena adanya kerusakan diantaranya kerusakan pada bearing, ketidak seimbangan beban, misalignment, kegagalan isolasi pada lilitan motor dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat monitoring dan analisis temperatur motor listrik berbasis komputer. Penelitian ini dapat digunakan untuk membantu mendeteksi secara dini terjadinya kerusakan awal pada motor listrik yang dapat menyebabkan pola temperatur dan amplitudo yang cenderung naik, sehingga dapat medukung program pemeliharaan pada motor listrik. Alat tersebut terdiri dari tiga sensor temperatur yaitu sensor temperatur A, B dan C, penguat sensor menggunakan Opamp, ADC, kartu antarmuka ke komputer dengan komunikasi serial serta komputer yang diprogram dengan bahasa Borland Delphi. Setelah melakukan pengujian maka didapat bahwa alat telah dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan. Pengujian pola temperatur motor yang dilakukan diantarannya saat motor tanpa beban, motor berbeban seimbang dan berbeban tidak seimbang. Pada pengujian terlihat bahwa monitoring temperatur akan dapat terdeteksi jika terdapat kejanggalan pada motor yang akan menyebabkan kenaikan temperatur, jika kenaikan tersebut melebihi batas yang telah diseting maka alat akan menyalakan alarm dan lampu tanda bahaya.
Kata kunci:Monitoring, temperatur, motor, komputer

download

Peningkatan Unjuk Kerja Antena Untuk Transmisi Data

penulis: SUNARNO

Pada pengukuran radiasi jarak jauh yang sedang dikembangkan di Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik UGM, mempunyai kendala pada kualitas sistem komunikasinya. Di antara masalah yang perlu dipecahkan adalah pada sistem antena yang digunakan. Unjuk kerja antena yang optimal berpotensi meningkatkan kualitas komunikasi jarak jauh yang efektif dan meminimumkan kesalahan dalam sistem komunikasi data. Dari berbagai pengukuran parameter pada antena yang dipakai pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa antena yg ditala pada frekuensi 141,6 MHz (kondisi A) jauh lebih baik dibanding ketika ditala pada frekuensi 145,0 MHz (kondisi B). Antena pada kondisi A dapat mencapai nilai ? minimal sebesar 0,01 sehingga return-loss terukur sebesar 53,98 dB dan field strength meter menunjukkan 1,95 volt , dibandingkan dengan antena dengan kondisi B, di mana ? minimal hanya bisa mencapai 0,19 sehingga return- loss terukur hanya sebesar 20,44 dB dan pengukuran dengan field strength meter hanya sebesar 1,2 volt pada jarak yang sama dengan antena pada kondisi A. Pada penelitian ini antena yang sama telah ditala pada berbagai frekuensi, tetapi hasil yang maksimal diperoleh pada antena yang ditala pada frekuensi 141,6 MHz. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa setiap antena hanya memiliki satu frekuensi kerja yang optimal pada suatu band (bukan pada band harmonisnya). Informasi ini penting dan dapat digunakan sebagai referensi bagi para praktisi di bidang sistem telemetri dan telekontrol maupun bagi para praktisi di bidang komunikasi radio.
Kata kunci: Antenna, resonance, antenna gain, SWR, telecontrolling

download

Pembacaan Nomor Sampel Dalam Refurbishing Alat Low Background Counter-Lbc Tennelec Type Lb5100 Series II

penulis: JOKO SUMANTO

PEMBACAAN NOMOR SAMPLE DALAM REFURBISHING ALAT LBC TENNELEC TYPE LB5100 SERIES II. Telah dirancang dan dibuat interface pembacaan nomor sample secara otomatis dengan komputer melalui komunikasi serial USB dalam rangka refurbishing alat LBC TENNELEC type LB5100. Refurbishing dilakukan dengan cara memanfaatkan bagian mekanik dari instrumen dan mengganti bagian elektronik yang kadaluwarsa dengan berbasis komputer pribadi-PC. Pada alat ini, sample yang diukur cukup banyak sehingga perlu dilakukan secara otomatis. Setiap sample telah ditandai dengan lobang-lobang yang disusun tertentu yang mengindikasikan nomor sample, group, dan send stack reader. Pada bagian mekanik diletakkan beberapa sensor photo transistor sesuai kedudukan sample. Sensor dihubungkan dengan jalur data dan dikirim ke komputer melalui komunikasi serial USB. Alat tersebut mampu mengukur 150 sampel dan 10 group. Hasil pengujian telah sesuai yang diharapkan.

Kata kunci : Refurbishing, LBC.

download

Pengamatan Struktur Mikro Pada Korosi Antar Butir Dari Material Baja Tahan Karat Austenitik Setelah Mengalami Proses Pemanasan

penulis: ANWAR BUDIANTO, KRISTINA PURWANTINI, BA.TJIPTO SUJITNO

Telah dilakukan pengamatan korosi antar butir pada material baja tahan karat austenitik jenis SS 304 setelah mengalami proses perlakuan panas (heat treatment) pada selang suhu (400-950) oC dengan variasi waktu pemanasan (holding time) yaitu 1 jam, 3 jam, 3,5 jam, dan 4 jam. Sebelum dan sesudah proses perlakuan panas, struktur mikro sampel dianalisis menggunakan mikroskop optik dan SEM (Scanning Electron Microscope). Komposisi kimia pada daerah di sekitar batas butir diamati menggunakan SEM-EDS (Energy Dispersive X-ray Spectrometer). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sampel yang mengalami perlakuan panas di bawah suhu sensitisasi yakni pada suhu
400 oC, ternyata korosi antar butir tidak teramati. Untuk sampel yang mengalami perlakuan panas pada suhu sensitisasi yakni pada selang suhu (500-900) oC, ternyata korosi antar butir dapat teramati dengan jelas. Sedangkan untuk sampel yang mengalami perlakuan panas di atas suhu sensitisasi yaitu pada suhu 950 oC, ternyata korosi antar butir masih dapat teramati tetapi tidak sejelas sampel yang mengalami perlakuan panas pada suhu sensitisasi. Dari analisis komposisi kimia di sekitar batas butir ditemukan adanya penurunan kandungan karbon (C) yaitu dari 0,61 % massa menjadi 0,47 %massa, dan untuk khrom (Cr) dari 18,37 % massa menjadi 17,76 % massa.
Kata kunci : korosi antar butir, austentitik, perlakuan panas, struktur mikro, mikroskop optik, SEM-EDS.

download

Ekstraksi Ciri Cacat Pengelasan Pada Citra Digital Film Radiografi Menggunakan Geometric Invariant Moment Dan Statistical Texture

penulis: MUHTADAN

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan ekstraksi ciri cacat pengelasan pada citra digital film radiografi dengan menggunakan metode geometric invariant moment dan statistical texture. Nilai ekstraksi ciri ini dapat dimanfaatkan sebagai nilai yang digunakan dalam melakukan klasifikasi dan pengenalan pola cacat pada interpretasi cacat pengelasan citra digital film radiografi secara otomatis oleh komputer. Jenis cacat yang digunakan dalam penelitian ini adalah longitudinal crack, transversal crack, distributed porosity, clustered porosity, wormhole dan tanpa cacat (no defect). Sebagai bahan penelitian digunakan citra digital film radiografi dengan keenam jenis defektologi tersebut. Langkah yang dilakukan yaitu dengan membuat program untuk membaca citra digital, kemudian melakukan pemotongan citra (cropping) untuk melokalisasi letak cacat kemudian menghitung nilai momen dengan persamaan metode geometric invariant moment dan statistical texture. Hasil penelitian berupa nilai-nilai ekstraksi ciri yang telah diuji dengan perlakuan RST(rotation, scale, transformation) dan diperoleh nilai momen yang paling invariant terhadap RST yaitu momen ?3, ?4, ?5 dari metode geometric invariant moment . Sedangkan dari metode statistical texture digunakan seluruh nilai sebagai hasil ekstraksi ciri yaitu intensitas rerata , kontras rerata, smoothness, 3rd moment, uniformity, dan entropy
Kata kunci: Ekstraksi ciri, film radiografi, geometric invariant moment, statistical
texture

download

Desain Awal Sistem Kendali Parameter Berkas Radiasi Mesin Berkas Elektron 350 Kev/10 Ma Ptapb – Batan Yogyakarta

penulis: SUTANTO

Desain awal sistem kendali parameter berkas radiasi Mesin Berkas Elektron (MBE) 350 keV/10 mA memiliki tujuan mendapatkan algoritma kendali MBE di PTAPB-BATAN Yogyakarta. Desain sistem kendali didasarkan pada model parameter berkas MBE. Model tersebut menunjukkaan ada keterkaitan antara pengaturan parameter dosis radiasi dengan pengaturan energi berkas, yang mana hal itu menjadi masalah dalam pengaturan parameter berkas radiasi. Algoritma kendali diperoleh dengan menentukan persamaan-persamaan kompensator dari model parameter berkas. Persamaan-persamaan tersebut akan menghilangkan korelasi antara parameter dosis radiasi dan parameter energi berkas, sehingga parameter berkas dapat diatur dengan mudah. Hasil pengujian algoritma sistem kendali berdasarkan simulasi menunjukkan bahwa penentuan besar parameter berkas radiasi dapat dilakukan dengan memberikan nilai arus filamen dan tegangan pemercepat yang diharapkan. Besar dosis radiasi dan energi berkas akan diatur secara
otomatis sesuai dengan fungsi nilai arus filamen dan tegangan pemercepat.
Kata kunci : parameter berkas, sistem kendali, persamaan kompensator

download