Search results for

Penentuan Kedalaman Penetrasi Berkas Elektron 800 Kev dalam Gas Buang Pltu pada Sistem Pengolahan Gas Buang Menggunakan Mesin Berkas Elektron

Penulis Rany Saptaaji

Dalam tulisan ini disajikan hasil perhitungan kedalaman penetrasi berkas elektron 800 keV dalam bahan gas buang (flue gas) dari PLTU berbahan bakar batu bara. Proses Electron Beam for Flue Gas Treatment (EB-FGT) adalah proses pengolahan kering gas buang menggunakan berkas elektron yang secara simultan dapat mereduksi SO2 dan NOx. Iradiasi gas buang menghasilkan radikal-radikal aktif dan bereaksi dengan SO2 dan NOx membentuk asam sulfat dan asam nitrat. Dalam proses pengolahan ini dibutuhkan bejana proses yang berfungsi sebagai tempat/wadah terjadinya reaksi antara gas buang dengan berkas elektron. Untuk menentukan dimensi bejana proses perlu ditentukan/dihitung kedalaman penetrasi berkas elektron pada gas tersebut. Secara perhitungan diperoleh kedalaman penetrasi optimum berkas elektron 800 keV kedalam gas buang adalah 188,67 cm.
Kata kunci: gas buang, berkas elektron 800 keV, penetrasi, bejana proses.

download makalah

Mathematical Modeling for The Extraction of Uranium and Molybdenum With Emulsion Liquid Membrane, Including Industrial Application and Cost Evaluation of The Uranium Recovery

Penulis: Kris Tri Basuki

Emulsion liquid membrane systems are double emulsion drops. Two immiscible phases are separated by a third phase which is immiscible with the other two phases. The liquid membrane systems were classified into two types: (1) carrier mediated mass transfer, (2) mass transfer without any reaction involved. Uranium extraction, molybdenum extraction and solvent extraction were used as purposed elements for each type of the membrane systems in the derivation of their mathematical models. Mass transfer in emulsion liquid membrane (ELM) systems has been modeled by several differential and algebraic equations. The models take into account the following : mass transfer of the solute from the bulk external phase to the external phase-membrane interface; an equilibrium reaction between the solute and the carrier to form the solute-carrier complex at the interface; mass transfer by diffusion of the solute-carrier complex in the membrane phase to the membrane-internal phase interface; another equilibrium reaction of the solute-carrier complex to release the solute at the membrane-internal phase interface into the internal phase. Models with or without the consideration of film resistances were developed and compared. The models developed in this study can predict the extraction rate through emulsion liquid membranes theoretically. All parameters required in the models can be determined before an experimental extraction run. Experimental data from  literature (uranium extraction) and (molybdenum extraction and solvent extraction) were used to test the models. The agreements between the theoretical predictions and the experimental data were very good. The advantages of emulsion liquid membrane systems over traditional methods were discussed. The models developed in this research can be used directly for the design of emulsion liquid membrane systems. The results of this study represent a very significant step toward the practical applications of the emulsion liquid membrane technology.
Keywords    :    emulsion liquid membrane, uranium, molybdenum, mathematical modeling, D2EHPA, mass transfer, span 80, batch process, recovery, cost

download makalah

Small And Medium Sized Liquid Metal Cooled Safety Analysis Using Multi Level Complexity Model

Penulis : Zaki Suud

Inherent safety characteristics of liquid metal cooled fast reactors is very important capital for next generation nuclear power plants. However inherent safety assessment need appropriate computer code or experiment. Here, a computer code for liquid metal cooled fast reactor accident analysis with various level of complexity has been developed. At the simplest approach, quasi-static method is adopted to get asymptotic condition during UTOP, ULOF, and UTOP-ULOF accident. Here we can get asymptotic power level, asymptotic average coolant temperature, and asymptotic fuel temperature for a certain external reactivity and natural circulation level. In the next grade, the code will simulate transient effect using point kinetic method and quasistatic approach for thermal hidraulic analysis. Here we can get time depedent power change, coolant temperature change and fuel temperature change. Finally in the rigorous analysis, coupled space dependent kinetic and transient thermal hydraulic are coupled and solved to get time depedent information of various process involved in the accident.
Keywords : Accident, ULOF, UTOP, reactivity, feedback, quasistatic, space-depedent kinetic.

download makalah

Tinjauan Kinetika Proses Eksitasi Pada Penentuan Unsur dengan Spektrografi Emisi

Penulis: Noor Anis Kundari

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persamaan kecepatan reaksi yang terjadi pada proses eksitasi dalam analisis boron dan kadmium dengan spektrografi emisi. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh suatu tambahan informasi ilmiah yang terjadi pada proses eksitasi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki teknik analisis menggunakan spekrografi emisi. Data yang dievaluasi adalah analisis boron dan kadmium dalam U3O8 dengan pengemban sulingan campuran Ga2O3, LiF, dan AgCl. Sebelum dikumpulkan data untuk keperluan penentuan persamaan kecepatan reaksi, dilakukan optimasi konsentrasi pengemban sulingan. Konsentrasi pengemban sulingan terbaik digunakan untuk proses analisis. Dari hubungan intensitas dengan konsentrasi pengemban didapatkan konsentrasi pengemban yang paling baik adalah 5%. Hubungan kadar boron dan kadmium yang didapatkan saat eksitasi yang divariasi waktu digunakan untuk menghitung konsentrasi sehingga diperoleh hubungan konsentrasi dengan waktu. Dengan metode diferensial diperoleh diperoleh bahwa reaksi itu mengikuti orde satu. Selanjutnya data diolah  dengan menggunakan metode integral, sehingga didapat untuk persamaaan kecepatan reaksi boron yaitu  -rB=-(dCB/dt)=0,066CA 1 mg/g.s dan untuk kadmium yaitu -rCd=-(dCCd/dt)=0,068CA 1 mg/g.s:
.
Kata kunci: spektrografi emisi, persamaan kecepatan reaksi, eksitasi

download makalah

Penerapan Efek Interaksi Radiasi dengan Sistem Biologi Sebagai Dosimeter Biologi

Penulis : Yanti Lusiyanti dan  Mukh Syaifudin

Interaksi radiasi pengion dengan sistem biologi dapat menyebabkan berbagai macam efek biologik yang akan dimanifestasikan baik pada tingkat seluler, sitogenetik maupun tingkat molekuler. Berbagai macam metode biologik yang dimaksudkan untuk memperkirakan dosis radiasi telah dikembangkan oleh banyak peneliti menggunakan efek tersebut terutama dalam hal terjadinya peristiwa kecelakaan radiasi. Hal ini dipertegas lagi dengan kenyataan bahwa dosimetri fisik tidak dapat diandalkan secara sendirian. Dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, ulasan ulang ini memberikan gambaran yang meluas akan pentingnya uji atau biomarker dalam dosimetri biologi seperti kromosom disentrik, mikronuklei, fragmen kromosom, biokimia darah dan spermatogenesis. Adapun sampel biologik yang dapat dipergunakan untuk pengkajian dosis radiasi yang diterima oleh pekerja maupun korban kecelakaan antara lain darah, sperma, rambut, dan urin.

Download makalah

Prosiding Seminar Nasional IV SDM Teknologi Nuklir 2008

ISSN : 1978-0176

Tema : Penyiapan SDM Nuklir Menyongsong Industrialisasi Nuklir dan Realisasi PLTN

Tanggal Seminar : 25-26 Agustus 2008

Berikut makalah dalam prosiding dapat Anda unduh secara gratis dengan mematuhi etika penulisan karya ilmiah, yaitu setiap pemanfaatan makalah untuk acuan diwajibkan mencantumkan nama penulis dan penerbit Prosiding yaitu Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Yogyakarta. Hak cipta (c) 2008 pada penulis.

  1. PENURUNAN KONSENTRASI CO DAN NO2 PADA EMISI GAS BUANG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PENYISIPAN TiO2 LOKAL PADA ARANG TEMPURUNG KELAPA – Kris Tri Basuki*, Budi Setiawan*, Nurimaniwathy
  2. HUBUNGAN PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN DOSIS RADIASI PADA PEKERJA REAKTOR KARTINI – Zaenal Abidin*, Tri Wulan Tjiptono **, Ishandono Dahlan
  3. STUDI PENERIMAAN DOSIS EKSTERNA PADA PEKERJA RADIASI DI KAWASAN BATAN YOGYAKARTA – Toto Trikasjono*, Elisabeth Supriyatni**, Hendarto Budiyono
  4. RANCANG BANGUN LINIER AMPLIFIER UNTUK SPEKTROSKOPI NUKLIR – Joko Sunardi, Toto Trikasjono
  5. PENURUNAN KADAR Cu,Cr dan Ag DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI PERAK di KOTAGEDE SETELAH DIADSORPSI DENGAN TANAH LIAT DARI DAERAH GODEAN – Giyatmi*, Zaenul Kamal**, Damajati Melati
  6. RANCANG BANGUN PENGKONDISI SINYAL UNTUK SURVEY METER DIGITAL – Toto Trikasjono, Nugroho Tri Sanyoto, Wisnu Mega Wijaya
  7. Model Simulasi untuk Optimasi Penentuan Waktu Memasak Buah Kelapa Sawit dengan Logika Fuzzy – Supriyono, Bayu Azmi
  8. PENYIAPAN PENDIDIKAN SDM KUALIFIKASI NUKLIR UNTUK PEMBANGUNAN PLTN DI INDONESIA – Wisnu Arya Wardhana, Sudaryo, Supriyono
  9. RANCANG BANGUN ALAT PENGATUR KECEPATAN MOTOR INDUKSI DENGAN CARA MENGATUR FREKUENSI – Yadi Yunus, Suyamto
  10. RANCANG BANGUN PENYEDIA DAYA TEGANGAN TINGGI DC BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 – Sudiono, Toto Trikasjono
  11. RANCANG BANGUN SISTEM PENCACAH RADIASI – Nugroho Trisanyoto, Joko Sunardi
  12. METODE PENENTUAN KOEFISIEN KEKENTALAN ZAT CAIR DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI LINEAR HUKUM STOKES – Anwar Budianto
  13. PERHITUNGAN RADIOAKTIF ALPHA YANG TERDEPOSISI DI PERMUKAAN TANAH DARI UDARA BUANG INSTALASI ELEMEN BAKAR EKSPERIMENTAL TAHUN 2007 – Budi Prayitno
  14. PERBANDINGAN PRODUKSI HIDROGEN DENGAN ENERGI NUKLIR PROSES ELEKTROLISIS DAN STEAM REFORMING – Djati H. Salimy, Ida N. Finahari
  15. RANCANG BANGUN DAN ANALISIS PERANGKAT TELEMETRI SUHU DAN CAHAYA MENGGUNAKAN AMPLITUDE SHIFT KEYING (ASK) BERBASIS PC – Suyamto, Yusuf Aziz Amrullah, Rusdani Ade Saputra
  16. RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI PEMANTAUAN BATAS PERMUKAAN (LEVEL GAUGING) DINAMIS BERBASIS MIKROKONTROLER – Sutanto, Sudiono, Fendinugroho
  17. Persiapan Lulusan STTN Bekerja di PLTN yang Pertama di Indonesia untuk Daerah Non-Nuklir – Supriyono, Suyamto, Wisnu Arya Wardhana, Sudaryo
  18. PEMBUATAN KOMPOSIT POLIMER SUPERABSORBEN DENGAN MESIN BERKAS ELEKTRON – Deni Swantomo*, Kartini Megasari*, Rany Saptaaji
  19. TINJAUAN APLIKASI ELEKTROMIOGRAFI DALAM ERGONOMI – Muhammad Khoiri
  20. SIMULASI KENDALI ADAPTIF MENGGUNAKAN ALGORITMA LMS UNTUK IDENTIFIKASI PLANT ORDE-2 – Sukarman
  21. PENGERASAN PERMUKAAN BAJA ST 40 DENGAN METODE CARBURIZING PLASMA LUCUTAN PIJAR – Bangun pribadi*, Suprapto**, Dwi priyantoro
  22. STRATA SDM UNTUK INDUSTRI NUKLIR DI INDONESIA DENGAN PERTIMBANGAN TEKNO-EKONOMI – Ahmad Syaukat*, Tjipta Suhaemi
  23. RANCANG BANGUN SISTEM PENAMPIL CACAH MONITOR DEBU KONTINYU CEROBONG INDUSTRI BERBASIS MIKROKONTROLER – Nugroho Ts, Subari Santoso, Yoppi Kurnianto
  24. RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI PENAMPUNG FRAKSI PADA KROMATOGRAFI KOLOM PENUKAR ION BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 – Subari Santoso, Sudiono, Fanny Widya R
  25. PEMBUATAN LINEAR AMPLIFIER MENGGUNAKAN LM318 UNTUK SPEKTROMETRI GAMMA – Jumari, Sri Prihartinto, Mursiti
  26. ANALISIS KUANTITATIF PENGEMBANGAN SDM PENGAWAS TENAGA NUKLIR – Sudarto*, Yus Rusdian Ahmad **, Amin Santoso Zarkasi
  27. TANTANGAN PUSAT LISTRIK TENAGA NUKLIR PERTAMA (PLTN I): SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) – Liliana Y. Pandi, Yusri Heni NA, Budi Rohman
  28. PENERAPAN PERHITUNGAN ESTIMASI TERBAIK DALAM ANALISIS KESELAMATAN REAKTOR DAYA - Budi Rohman, Yudi Pramono
  29. MANAJEMEN RESIKO BENCANA GEMPA BUMI (STUDI KASUS GEMPA BUMI YOGYAKARTA 27 MEI 2008 – Akhmad Muktaf Haifani
  30. KETERKAITAN SDM DENGAN INDIKATOR KINERJA SPESIFIK KESIAPSIAGAAN KEDARURATAN PADA PLTN – Yudi Pramono, Budi Rohman
  31. PERAN ASAM HUMUS SEBAGAI PENDESORPSI ION LOGAM/ RADIONUKLIDA – Budi Setiawan
  32. PENGARUH RADIASI DAN PANAS TERHADAP KARAKTERISTIK GELAS-LIMBAH, NEW CERAMS, DAN SYNROC-LIMBAH – Herlan Martono
  33. VISKOSITAS GELAS-LIMBAH UNTUK KARAKTERISASI PROSES VITRIFIKASI – Wati, Herlan Martono
  34. PENGARUH PENAMBAHAN MgO PADA PENINGKATAN KUALITAS LEMPUNG KASONGAN UNTUK IMMOBILISASI LUMPUR LIMBAH (Pb) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI KERAMIK – Retno Susetyaningsih*, Endro Kismolo**, Kris Tri Basuki
  35. KAJIAN PROSES ELEKTROKOAGULASI UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR – Retno Susetyaningsih *, Endro Kismolo **, Prayitno
  36. KAJIAN RADIOAKTIVITAS AIR LINGKUNGAN DI SEKITAR REAKTOR KARTINI PASCA GEMPA 27 MEI 2006 44 – Gede Sutresna Wijaya, Siswanti
  37. PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP RADIOAKTIVITAS BETA TOTAL SAMPEL FALL OUT (JATUHAN) 45 – Siswanti, Gede Sutrena W
  38. STUDI KOMPARASI PP NO. 43/2006, PP NO. 35/2002 DAN PP NO. 8/2007 TERHADAP RENCANA PENGELOLAAN DANA DEKOMISIONING REAKTOR DAYA – Akhmad Khusyairi , Akhmad Muktaf Haifani
  39. STUDI PERBANDINGAN USER REQUIREMENTS DOCUMENT (URD) VOLUME 2 VERSI EROPA DAN AMERIKA UNTUK PENYUSUNAN URD PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN) DI INDONESIA – Sunardi
  40. PENGARUH KETEBALAN KULIT, WAKTU SERTA LOKASI PENJUALAN TERHADAP KADAR PB DALAM BUAH JAMBU AIR, BELIMBING, JERUK DAN PISANG – Any Guntarti* dan Zainul Kamal
  41. MODIFIKASI “99MO AUTOMATIC LOADING SYSTEM” GENERATOR 99MO/99MTC BERBASIS PZC - Adang H.G., Yono S., Artadi H.W., Wayan, A. Mutalib
  42. KESIAPAN SDM ANALISIS KESELAMATAN PROBABILISTIK DALAM PLTN PERTAMA DI INDONESIA – D.T. Sony Tjahyani
  43. AKTIVITAS SDM UJI TAK RUSAK-PTRKN UNTUK MENYONGSONG PLTN PERTAMA DI INDONESIA – Sri Nitiswati, Roziq Himawan
  44. ANALISIS KUALITATIF TEKNIK THERMOGRAPHY INFRA MERAH DALAM RANGKA PEMELIHARAAN SECARA PREDIKTIF PADA POMPA – Ari Satmoko
  45. IMPLEMENTASI KESELAMATAN NUKLIR DALAM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR – Tjipta Suhaemi, Itjeu Karliana
  46. KONSEP RANCANGAN SISTEM PEMURNIAN GAS PENDINGIN PRIMER PADA REAKTOR HIGH TEMPERATURE GAS-COOLED REACTOR (HTR) – Piping Supriatna
  47. STUDI KOMPARASI TUJUAN PENDIDIKAN PADA PENDIDIKAN TINGGI TEKNIK NUKLIR UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN PASAR GLOBAL – Djoko Hari Nugroho
  48. PENINGKATAN KADAR NEODIMIUM SECARA PROSES PENGENDAPAN BERTINGKAT MEMAKAI AMONIA 52 – Suyanti, MV Purwani, Muhadi AW
  49. EKSTRAKSI KONSENTRAT NEODIMIUM MEMAKAI ASAM DI- 2 – ETIL HEKSIL FOSFAT – MV Purwani, Suyanti, Muhadi AW
  50. PERILAKU PERAMBATAN RETAK FATIK DI UDARA DAN 3,5 % NACL PADA SAMBUNGAN LAS BUSUR RENDAM BAJA ASTM A572 GRADE 50 – Nanang Budi Sriiyanto
  51. RANCANG BANGUN SIMULATOR KENDALI LAMPU LALU LINTAS DENGAN LOGIKA FUZZY BERBASIS MIKROKONTROLER – Rahmat Taufik, Supriyono, Sukarman
  52. PENGEMBANGAN APLIKASI UNTUK PERBAIKAN CITRA DIGITAL FILM RADIOGRAFI – Muhtadan, Djiwo Harsono
  53. PENAKARAN DAUR HIDUP PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) BATUBARA KAPASITAS 50 MWATT – Kartini Megasari, Deni Swantomo, Maria Christina,P
  54. TINJAUAN KESETIMBANGAN ADSORPSI TEMBAGA DALAM LIMBAH PENCUCI PCB DENGAN ZEOLIT – Noor Anis Kundari* dan Slamet Wiyuniati
  55. APLIKASI PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER) SEBAGAI SISTEM KONTROL PADA MODIFIKASI “AUTOMATIC LOADING MACHINE” GENERATOR 99MO/99MTC BERBASIS PZC – I Wayan W., Artadi H.W., Adang H.G., Yono S., A. Mutalib
  56. MENYIAPKAN SDM ENGINEERING UNTUK MENYONGSONG PEMBANGUNAN PLTN - Triharjanto, Ahmad Chamsudi
  57. APLIKASI RADIASI SINAR-X DI BIDANG KEDOKTERAN UNTUK MENUNJANG KESEHATAN MASYARAKAT – Ferry Suyatno
  58. RANCANG BANGUN ALAT UJI TEGANGAN DADAL UNTUK MEDIA DIELEKTRIKUM ZAT CAIR – Muhammad Khoiri*, Djaziman ** Rudi Fitriadi
  59. TEKNIK AKTIVASI NEUTRON (AAN) UNTUK PENENTUAN EFISIENSI PEMUPUKAN TANAMAN DI LAHAN PASIR PANTAI SAMAS BANTUL -Sunardi, Y. Sardjono
  60. EVALUASI KEGAGALAN KINERJA SISTEM PENANGKAP BOLA SPONGE SISTEM PEMBERSIH MEKANIK PENUKAR PANAS RSG-GAS – Djaruddin Hasibuan, Putut Hery Setiawan, Syafrul, Royadi
  61. SIMULASI KEGAGALAN SISTEM VENTILASI RSG-GAS DAN PENANGANANNYA – M.Yahya, Djunaidi
  62. ANALISIS KONSENTRASI I-131 LEPASAN UDARA CEROBONG TAHUN 2008 DI RSG-GAS – Yulius Sumarno, Unggul Hartoyo, Fahmi Alfa Muslimu
  63. ANALISIS LIMBAH RESIN DI REAKTOR SERBA GUNA GA. SIWABESSY TAHUN 2008 – Nugraha Luhur, Unggul H, Y. Sumarno, Tri Anggono, A. Fahmi Muslimu
  64. ANALISIS IRADIASI TARGET KALIUM BROMIDA DI RSG-G.A SIWABESSY – Sutrisno, Sarwani dan Ariyawan Sunardi
  65. PENGARUH PENAMBAHAN OXIDIZING BIOXIDES TERHADAP KANDUNGAN KLORIN UNTUK PENGENDALIAN PERTUMBUHAN MIKROORGANISME PADA AIR PENDINGIN SEKUNDER RSG-GAS – Diyah Erlina Lestari*, Setyo Budi Utomo*, Virkyanov
  66. PEMELIHARAAN SISTEM PENDINGIN PRIMER JE 01 DI REAKTOR GA. SIWABESSY – Santosa Pujiarta, Bambang Cony Irawan
  67. IDENTIFIKASI SOURCE-TERM REAKTOR SERBA GUNA-G.A. SIWABESSY UNTUK KESELAMATAN OPERASIONAL – J. Sukmana, Mashudi, Jonnie A. Korua
  68. EVALUASI KINERJA PORTABLE GAMMA ANALYZER MICRONOMAD – Subiharto, Nugroho Luhur
  69. KEGIATAN PELUMASAN PADA PERALATAN DI PRSG - Aep Saefudin, Djunaidi
  70. Perhitungan PEMAKAIAN BAHAN BAKAR setelah MODIFIKASI PERIODA TEST RUN DISEL BRV 10/20/30 RSG-GAS – Yan Bony Marsahala
  71. EVALUASI PERAWATAN KATUP-KATUP OTOMATIS PADA SISTEM INSTALASI DI RSG-GAS – Yayan Andriyanto, Djunaidi
  72. UPAYA PENGENALAN PROGRAM KESIAPSIAGAAN NUKLIR PADA DESA SIAGA – Anthony Simanjuntak
  73. KENDALI POSISI SAMPEL DAN TAMPILAN PADA ALAT RIA BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S8252 – Surakhman, Nugroho Tri Sannyoto, Permadi WW
  74. STUDI PENYIAPAN SDM, MANUFAKTUR, FABRIKASI DAN PERALATAN KONSTRUKSI PLTN GEN III+ DI AMERIKA SERIKAT – Dharu Dewi, Sahala Lumbanraja
  75. UJI STATISTIK KOMPARASIONAL PENERIMAAN MAHASISWA BARU ANTARA JALUR UJIAN TULIS DAN JALUR UNGGULAN SEKOLAH DI SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR – Dwi Priyantoro
  76. AKUSISI DATA LEWAT PROTOCOL TCP/IP BERBASIS LABVIEW – Sukarman
  77. ANALISIS LAJU PENGUAPAN AIR PENDINGIN PRIMER DARI TANGKI REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG – Reinaldy Nazar
  78. PENDIDIKAN KARAKTER BAGI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM BIDANG TEKNOLOGI NUKLIR – Susetyo Hario Putero, Alexander Agung, Haryono Budi Santoso
  79. DISAIN LABORATORIUM AKTIF STTN – Suryo Rantjono*,Elisabeth S**,Wisnu Arya Wardhana*,Djoko Maryanto
  80. RANCANG BANGUN PENGENDALI LEVEL DISCRIMINATOR PADA SINGLE CHANNEL ANALYZER BERBASIS MIKROKONTROLER – Muhtadan, Joko Sunardi
  81. STUDI PENDAHULUAN PREPARASI MEMBRAN UNTUK SEL BAHAN BAKAR MEMBRAN ELEKTROLIT POLIMER – Maria Christina Prihatiningsih*, Yohan**, Noor Anis Kundari
  82. ANALISIS KESELAMATAN KERJA RADIASI PESAWAT SINAR – X DI UNIT RADIOLOGI RSU KOTA YOGYAKARTADjoko Maryanto, Solichin, Zaenal Abidin

Untuk keperluan cetak cuplik, berikut kami lampirkan kelengkapannya (halaman cover, judul, kata pengantar, daftar isi, dll) silahkan download disini.

*)Bagi makalah yang belum bisa di download, harap menunggu, karena proses upload file yang berukuran besar.

Simulasi Sistem Interlock Pengaman Operasi Mesin Berkas Elektron (Mbe) dengan Perangkat Lunak Bascom 8051

Penulis : Sukarman, Muhtadan

Telah dibuat simulasi sistem pengaman operasi Mesin Berkas Elektron (MBE) berbasis mikrokontroler. Sistem interlock disimulasikan menggunakan perangkat lunak BASCOM 8051. Sebagai masukan ke mikrokontroler diatur dengan memberikan level sinyal (1 / 0 ) ke port yang terhubung dengan parameter masukan MBE pada editor BASCOM8051. Sebagai keluaran dari Sistem Interlock disimulasikan menggunakan Led Indikator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem interlock telah berfungsi sesuai dengan prinsip-prinsip interlock.

Download makalah lengkap

Kemungkinan Penggunaan Grafit Batu Baterai Sebagai Alternatif Elektroda Spektrografi Emisi

Penulis : Arif Artadi, Sudaryo*), Aryadi
Telah dilakukan analisis boron (B) dan kadmium (Cd) di dalam U3O8 dengan menggunakan elektroda grafit baterai bekas pada spektrografi emisi. Analisis dilakukan dengan metode DC-Arc, arus 10 Ampere, tegangan 220 Volt, waktu exposure 25 detik, jarak elektroda 2 mm. Cuplikan diekstraksi menggunakan TBP-Kerosin dengan perbandingan 70 : 30 sebanyak 200 ml. Fasa air hasil ekstraksi diteteskan pada elektroda dan dieksitasi. Intensitasnya dibandingkan dengan standarnya, maka diperoleh konsentrasi boron dan kadmium terukur dengan elektroda grafit spex industries masing-masing 0,07 ppm dan 0,15 ppm, yang terukur dengan elektroda grafit baterai bekas adalah 0,21 ppm dan 0,14 ppm. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa elektroda grafit batu baterai tidak dapat digunakan sebagai alternatif elektroda pengganti pada spektrografi emisi.

Download makalah lengkap

Peranan Iptek Nuklir dalam Eksplorasi Hidrokarbon

Eko Budi Lelono, Isnawati
Perkembangan iptek nuklir berpengaruh terhadap teknik eksplorasi hidrokarbon, antara lain terbukti dengan adanya penggunaan isotop radioaktif untuk menentukan umur absolute batuan. Penentuan umur batuan yang pada awalnya menggunakan fosil penunjuk umur (baik mikro maupun makro-fosil) yang menghasilkan umur relatif batuan, belakangan ini diperkaya dengan metode perhitungan peluruhan mineral radioaktif untuk menentukan umur absolute batuan, sehingga posisi stratigrafi suatu lapisan batuan (batuan induk dan reservoir) dapat ditentukan dengan pasti. Sementara itu, aplikasi teknologi nuklir juga dipergunakan dalam survey sumur pemboran eksplorasi yang antara lain dikenal dengan Nuclear Magnetic Resonance (NMR) yang membantu ahli geologi dalam mengukur porositas dan permiabilitas secara langsung di lapangan, sehingga dapat memprediksi keberadaan hidrokarbon. Dari sisi sedimentologi, iptek nuklir juga diaplikasikan dalam laboratorium X Ray Diffraction (XRD Laboratory) untuk menentukan jenis mineral penyusun batuan dan laboratorium Scanning Electron Microscope (SEM Laboratory) untuk mengetahui porositas batuan. Kedua hal tersebut membantu ahli eksplorasi dalam menyusun manajemen reservoir.

Download makalah lengkap

Pengaruh Matriks Terhadap Sistem Pencacahan Sampel Menggunakan Spektrometer Gamma

Penulis : Wahyudi, Dadong Iskandar, Djoko Marjanto

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh matriks terhadap pencacahan sampel menggunakan spektrometer gamma. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh matriks terhadap sistem pencacahan, Bahan yang digunakan adalah sumber standar Solution 2908 yang merupakan sampel hasil interkomparasi dengan IAEA terdiri dari 54Mn, 60Co, 65Zn, 109Cd, 133Ba, 134Cs, 137Cs, 210Pb, dan 241Am dan larutan standar yang terdiri dari 133Ba, 152Eu, dan 241Am. Sumber standar tersebut mempunyai rentang energi dari 59 keV sampai 1408 keV. Matriks yang digunakan berupa rumput, abu rumput, sludge, air, tanah, pasir, pasir silika, dan pasir vulkanik dengan rentang densitas dari 0,226 g/cm3 sampai 1,760 g/cm3. Matriks yang telah diberi larutan radioaktif ini kemudian dimasukkan dalam vial ID 57 mm H 50 mm. Hasil pengujian dengan t-test menunjukkan bahwa seluruh radionuklida terdistribusi merata dalam setiap matriks. Data awal menunjukkan bahwa densitas matriks berpengaruh secara signifikan pada sistem pencacahan spektrometer gamma, terutama pada energi rendah. Semakin besar densitas maka efisiensi pencacahan akan menurun. Validasi hasil penelitian ini, memberikan nilai penyimpangan < 5%, yang dianggap baik berdasarkan ketentuan batasan dari IAEA, yaitu < 8%.

Download makalah lengkap